Assalamu'alaikum!

Blog Sunnah

"Memurnikan Aqidah, Menebarkan Sunnah".

Looking for something?

Subscribe to this blog!

Receive the latest posts by email. Just enter your email below if you want to subscribe!

Showing posts with label Syi'ah Rafidhah. Show all posts
Showing posts with label Syi'ah Rafidhah. Show all posts

Tuesday, March 7, 2017

Kekufuran Aqidah Syi'ah - Bagian 3

4. Syiah Rafidhah meyakini reinkarnasi

 Reinkarnasi adalah keyakinan yang menyatakan bahwa manusia hidup kembali ke dunia setelah kematiannya. Ini merupakan keyakinan yang kufur alias mengkufuri hari kiamat. Dan inilah ucapan mereka yang kufur tersebut:

- Syaikh Al-Mufiid berkata: “Telah sepakat Syiah Rafidhah Imamiyah tentang kepastian kembalinya kebanyakan orang yang telah mati ke dunia sebelum hari kiamat”. [25]

- Syaikh Abbas Al-Qummi menyebutkan bahwa Ja’far Ash-Shaadiq berkata: “Bukan dari golongan kami orang yang tidak meyakini tentang reinkarnasi kami”. [26]

- Ni’matullah Al-Jazaairi menyebutkan bahwa Nabi, Ali dan Fatimah beserta keturunan mereka akan kembali hidup ke dunia ini bersamaan dengan munculnya imam Mahdi mereka....”. [27]

- Ibnu Baabawaih berkata: “Keyakinan kami tentang reinkarnasi itu benar”. [28]

- Ath-Thibrisi dan Al-Hur Al-‘Aamili serta selain keduanya menyatakan bahwa reinkarnasi adalah hasil ijma’ Syiah Rafidhah Imamiyah dan itu merupakan prinsip ajaran mereka. [29]
Masih layakkah Syiah Rafidhah diakui sebagai pemeluk agama Islam? Sedangkan mereka telah mendustakan firman Allah:

 حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ ٱلۡمَوۡتُ قَالَ رَبِّ ٱرۡجِعُونِ (٩٩) لَعَلِّىٓ أَعۡمَلُ صَـٰلِحً۬ا فِيمَا تَرَكۡتُ‌ۚ كَلَّآ‌ۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَآٮِٕلُهَا‌ۖ وَمِن وَرَآٮِٕهِم بَرۡزَخٌ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ

"(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, Dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan." (QS. Al-Mukminun 99-100)

5. Aqidah Bada’ Syiah Rafidhah

 Bada’ artinya nampak setelah tersembunyi. Syiah Rafidhah meyakini bahwa Allah tidak mengetahui sesuatu kecuali setelah terjadinya sesuatu itu. Secara langsung atau tidak langsung mereka telah menyatakan bahwa Allah sebelumnya jahil (tidak tahu) kemudian setelah sesuatu itu muncul barulah Allah tahu. Maha Suci Allah dari apa yang keluar dari kotoran mulut mereka. Dan inilah ucapan keji mereka terhadap Allah:

1. Al-Kulaini menyebutkan dalam kitabnya Ushul Kaafi satu bab dengan judul “Bab Al-Bada’”. Dia membawakan di dalamnya banyak riwayat tentang hal ini, diantaranya ucapan “Tidaklah Allah diibadahi dengan sesuatu seperti al-bada’” atau “tidaklah Allah diagungkan seperti al-bada’”.

2. Dia juga membawakan riwayat dari Abu Hamzah Ats-Tsumali, dia berkata: Aku mendengar Abu Ja’far dia berkata: Wahai Tsabit, sesungguhnya Allah tabaraka wa ta’ala telah menentukan perkara ini (keluarnya Imam Mahdi mereka) setelah tujuh puluh. Namun ketika terbunuhnya Husain, Allah sangat murka kepada penduduk bumi hingga Dia menunda perkara tersebut menjadi 140...”. [30]

3. An-Nubakhti menyebutkan bahwa Ja’far bin Muhammad Al-Baaqir menentukan kepemimpinan untuk putranya yang bernama Isma’il dan dia mengisyaratkannya di masa hidupnya, namun Isma’il keburu meninggal dunia di masa hidupnya. Lalu Ja’far berkata: “Tidaklah nampak bagi Allah pada sesuatu sebagaimana nampak bagi-Nya pada putraku Isma’il. [31]

Sungguh kejam dan jahatnya Syiah Rafidhah yang menuduh Allah jahil (tidak tahu) sebelum terjadinya sesuatu. Adapun Islam menjelaskan bahwa Allah mengetahui apa yang telah terjadi, apa yang sedang terjadi dan apa yang akan terjadi serta apa yang tidak akan terjadi seandainya terjadi dan bagaimana kejadiannya.

Allah berfirman:

 هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِى لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ‌ۖ عَـٰلِمُ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَـٰدَةِ‌ۖ هُوَ ٱلرَّحۡمَـٰنُ ٱلرَّحِيمُ

"Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Hasyr : 22)

 قَالَ عِلۡمُهَا عِندَ رَبِّى فِى كِتَـٰبٍ۬‌ۖ لَّا يَضِلُّ رَبِّى وَلَا يَنسَى

Musa menjawab: "Pengetahuan tentang itu ada di sisi Tuhanku, di dalam sebuah kitab[926], Tuhan Kami tidak akan salah dan tidak (pula) lupa" (QS. Thaha : 52)

Namun sebaliknya mereka meyakini bahwa imam-imam mereka lebih mengetahui daripada Allah. Mereka meyakini bahwa imam-imam mereka mengetahui segala sesuatu sebelum terjadinya, seperti yang telah disebutkan di atas dari ucapan Al-Kulaini. Bahkan disebutkan pula olehnya:

“Sesungguhnya para imam mengetahui kapan mereka mati dan tidaklah mereka mati kecuali dengan pilihan mereka sendiri” [32]. Allahu Akbar, masihkah mereka itu dikatakan orang yang berakal? Sungguh benar firman Allah:

 وَلَقَدۡ ذَرَأۡنَا لِجَهَنَّمَ ڪَثِيرً۬ا مِّنَ ٱلۡجِنِّ وَٱلۡإِنسِ‌ۖ لَهُمۡ قُلُوبٌ۬ لَّا يَفۡقَهُونَ بِہَا وَلَهُمۡ أَعۡيُنٌ۬ لَّا يُبۡصِرُونَ بِہَا وَلَهُمۡ ءَاذَانٌ۬ لَّا يَسۡمَعُونَ بِہَآ‌ۚ أُوْلَـٰٓٮِٕكَ كَٱلۡأَنۡعَـٰمِ بَلۡ هُمۡ أَضَلُّ‌ۚ أُوْلَـٰٓٮِٕكَ هُمُ ٱلۡغَـٰفِلُونَ

"Dan Sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai." (QS. Al-A’raaf : 179)

BERSAMBUNG..
-------------------------
[25] Awaail Al-Maqaalaat hal 13.

[26] Muntaha Al-Amaal 2/241.

[27] Al-Anwaar An-Nu’maniyah 2/89.

[28] Al-I’tiqaadaat hal 9.

[29] Al-Iiqaazh minal haja’ah hal 60.

[30] Ushul Al-Kaafi 222.

[31] Al-Hujjah 1/327.

[32] Al-Kaafi 1/258.

Penulis : Ustadz. Abdurrahman Thoyyib, Lc. 

Kekufuran Aqidah Syi'ah - Bagian 2

Diantara kekufuran aqidah yang dimiliki Syiah Rafidhah adalah:

2. Penghinaan Syiah Rafidhah kepada para malaikat

Mereka meyakini bahwa para malaikat diciptakan dari cahaya imam-imam mereka untuk menjadi pembantu para imam tersebut. Di antara para malaikat itu ada yang ditugaskan untuk i’tikaf di kuburan Husain. Inilah penghinaan dan pelecehan Syiah Rafidhah terhadap para malaikat:

- Mereka mengatakan: “Allah menciptakan dari cahaya Ali bin Abi Thalib 70 ribu malaikat yang memohonkan ampun untuknya dan bagi para pecintanya sampai hari kiamat”. [16]

- Mereka mengatakan: “Allah menugaskan 4 ribu malaikat yang berdebu dan compang-camping yang menangis di kuburan Husain sampai hari kiamat”. [17]

- Mereka mengatakan: “Sesungguhnya para malaikat adalah pembantu-pembantu kita dan yang mencintai kita” [18]

- Mereka juga mengatakan: “Jibril adalah pembantu kita”. [19]

Adapun Islam sangat menghormati para malaikat. Allah berfirman:

 وَقَالُواْ ٱتَّخَذَ ٱلرَّحۡمَـٰنُ وَلَدً۬ا‌ۗ سُبۡحَـٰنَهُ ۥ‌ۚ بَلۡ عِبَادٌ۬ مُّكۡرَمُونَ (٢٦) لَا يَسۡبِقُونَهُ ۥ بِٱلۡقَوۡلِ وَهُم بِأَمۡرِهِۦ يَعۡمَلُونَ

Dan mereka berkata: "Tuhan yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak". Maha suci Allah. sebenarnya (malaikat-malaikat itu), adalah hamba-hamba yang dimuliakan. Mereka itu tidak mendahului-Nya dengan Perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintahNya. (QS. Al-Anbiya’ : 26-27)

 مَن كَانَ عَدُوًّ۬ا لِّلَّهِ وَمَلَـٰٓٮِٕڪَتِهِۦ وَرُسُلِهِۦ وَجِبۡرِيلَ وَمِيكَٮٰلَ فَإِنَّ ٱللَّهَ عَدُوٌّ۬ لِّلۡكَـٰفِرِينَ

"Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, Maka Sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir." (QS. Al-Baqarah : 98).

3. Penistaan Syiah Rafidhah terhadap Al-Qur’an

 Ulama Syiah Rafidhah seperti Al-Kulaini, Al-Qummi, Al-Mufiid, Ath-Thibrisi, Al-Kaasyaani, Ni’matullah Al-Jazaairi, Al-Majlisi dan selain mereka dari ulama Syiah Rafidhah Itsnai Asyariyah berkeyakinan tentang terjadinya penyelewengan di dalam Al-Qur’an dan bahwasanya banyak kalimat bahkan ayat-ayatnya yang dibuang. Hingga salah seorang di antara ulama mereka yang belakangan yaitu An-Nuuri mengarang sebuah kitab yang diberi judul “Fashlu Al-Khithab fii itsbaat tahriif kitab rabbi al-arbaab” (Ucapan yang tepat tentang penetapan penyelewengan di dalam kitab Allah (Al-Qur’an)). Di dalam kitab tersebut sang pengarang menyebutkan ucapan ulama Syiah Rafidhah yang meyakini adanya penyelewengan di dalam Al-Qur’an.

Namun sebagian ulama Syiah Rafidhah pada abad ini semisal Ath-Thuusi dan Asy-Syariif Al-Murtadha mengingkari hal ini. Dari sini mungkin pembaca mengira bahwa mereka mengatakan seperti itu didasari oleh keyakinan. Padahal sebenarnya ini hanyalah taqiyah/pura-pura semata (yang merupakan siasat licik mereka) [20]. Inilah ucapan tokoh-tokoh Syiah Rafidhah tentang adanya penyelewengan dalam Al-Qur’an:

1. Al-Kulaini berkata: Dari Abu Bashir, dari Abu Abdillah, dia berkata: Sesungguhnya kita memiliki mushhaf Fathimah. Tahukah mereka apa mushhaf Fatimah itu? Abu Bashir berkata: Apa mushhaf Fatimah itu? Abu Abdillah menjawab: Mushhaf Fatimah itu tiga kali lipat dibandingkan Al-Qur’an kalian. Demi Allah di dalamnya tidak ada satu huruf pun dari Al-Qur’an kalian”. [21]

2. Al-Kasyi berkata: “..Sesungguhnya Al-Qur’an tidaklah sempurna sebagaimana yang telah diturunkan kepada Muhammad. Bahkan di dalamnya ada yang berlainan dengan apa yang Allah turunkan, ada yang dirubah dan banyak pula yang dibuang, diantaranya nama Ali di banyak ayat....”. [22]

3. Al-Majlisi berkata: “Sesungguhnya Utsman membuang tiga hal dari Al-Qur’an: Manaqib amirul mukminin Ali dan ahlul bait serta celaan terhadap Quraisy beserta tiga khalifah...”. [23]

4. Ni’matullah Al-Jazaairi berkata: “Jangan heran dari banyaknya riwayat yang palsu, karena mereka (sahabat) setelah Nabi telah merubah dan mengganti dalam agama ini lebih dari itu semua, seperti mereka merubah Al-Qur’an dan menyelewengkan kalimat-kalimatnya serta menghapus pujian terhadap keluarga Rasul dan para imam yang suci dan celaan terhadap para munafikin”. [24]

Apakah masih ada orang yang beriman dan berakal yang masih mengagumi Syiah Rafidhah setelah jelasnya pelecehan mereka terhadap Al-Qur’an sedangkan Allah telah berfirman:

 إِنَّا نَحۡنُ نَزَّلۡنَا ٱلذِّكۡرَ وَإِنَّا لَهُ ۥ لَحَـٰفِظُونَ

"Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya." (QS. Al-Hijr : 9)

 وَلَٮِٕن سَأَلۡتَهُمۡ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا ڪُنَّا نَخُوضُ وَنَلۡعَبُ‌ۚ قُلۡ أَبِٱللَّهِ وَءَايَـٰتِهِۦ وَرَسُولِهِۦ كُنتُمۡ تَسۡتَہۡزِءُونَ (٦٥) لَا تَعۡتَذِرُواْ قَدۡ كَفَرۡتُم بَعۡدَ إِيمَـٰنِكُمۡ‌ۚ إِن نَّعۡفُ عَن طَآٮِٕفَةٍ۬ مِّنكُمۡ نُعَذِّبۡ طَآٮِٕفَةَۢ بِأَنَّہُمۡ ڪَانُواْ مُجۡرِمِينَ

"Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab, "Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja."Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?" Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa." (QS. At-Taubah : 65-66).


BERSAMBUNG..
------------------------
[16] Biharul Anwar 23/320.

[17] Furu’ul kaafi 1/325.

[18] Biharul Anwar 26/335.

[19] Idem 26/344-355

[20] Asy-Syiah Rafidhah wa tahrif Al-Qur’an oleh Muhammad Maalullah hal. 63

[21] Al-Kaafi 1/457.

[22] Ash-Shaafi 1/32.

[23] Tadzkirah Al-Aimmah hal.9.

[24] Al-Anwaar An-Nu’maniyah 1/97.

Penulis : Ustadz. Abdurrahman Thoyyib, Lc. 

Wednesday, March 1, 2017

Kekufuran Aqidah Syi'ah - Bagian 1

Diantara kelompok sesat terdahulu yang masih eksis hingga sekarang dan amat membahayakan Islam dan kaum muslimin adalah kelompok Syiah Rafidhah. Hal ini tergambarkan dalam aqidah mereka yang sesat dan kufur yang tercantum dalam kitab-kitab mereka. Ditambah lagi dengan kebiadaban serta kekejaman mereka dalam menumpahkan darah serta membantai kaum muslimin terutama di Suriah dan Yaman hingga detik ini.

Perbedaan antara Ahlussunnah dan Syiah Rafidhah bukan dalam masalah fiqih saja, seperti yang dikatakan oleh sebagian orang jahil atau para missionaris mereka. Bahkan perbedaan antara keduanya adalah dalam masalah prinsip-prinsip aqidah, sebagaimana perbedaan antara Islam dan agama kafir lainnya.

Maka pada kesempatan kali ini marilah kita bersama-sama memahami sebagian kesesatan dan kekufuran aqidah Syiah Rafidhah, agar kita bisa terjauhkan darinya.

1. Kesyirikan Syiah Rafidhah

Syiah Rafidhah meyakini bahwa tuhan mereka adalah para imam mereka. Dan bahwasanya dunia dan akhirat adalah milik imam-imam mereka. Mereka juga meyakini bahwa awan serta petir tunduk kepada perintah imam-imam mereka. Inilah ucapan syirik mereka dalam tauhid rububiyah:

=> Mereka mengatakan bahwa Ali radhiyallahu 'anhu pernah berkata [1]: “Aku adalah Rabb/tuhan bumi ini”. [2]

=> Mereka juga mengartikan Rabb/tuhan yang ada dalam Al-Qur’an dengan para imam. Misalnya firman Allah:

لَ أَمَّا مَن ظَلَمَ فَسَوۡفَ نُعَذِّبُهُ ۥ ثُمَّ يُرَدُّ إِلَىٰ رَبِّهِۦ فَيُعَذِّبُهُ ۥ عَذَابً۬ا نُّكۡرً۬ا

Berkata Dzulkarnain: "Adapun orang yang aniaya, maka Kami kelak akan mengazabnya, kemudian Dia dikembalikan kepada Tuhannya, lalu Tuhan mengazabnya dengan azab yang tidak ada taranya. (QS. Al-Kahfi : 87)

Mereka berkata: “....Dikembalikan kepada Amirul mukminin hingga dialah yang menyiksannya dengan siksa yang pedih...” [3]

=> Dedengkot Syiah Rafidhah Muhammad bin Ya’qub Al-Kulaini berkata dalam Ushul Al-Kaafi [4] hal 259: “Bab sesungguhnya bumi ini semuanya adalah milik imam....dari Abi Abdillah, dia berkata: Sesungguhnya dunia dan akhirat milik imam, dia meletakkannya sesuai dengan yang dia kehendaki dan memberikannya kepada siapa yang dia kehendaki”.

=> Mereka berkata: “Ali berkata : ...Aku adalah yang pertama dan aku yang terakhir, aku yang dzahir dan aku yang bathin dan aku adalah yang mewariskan bumi”.

=> Mereka berkata: dari Sama’ah bin Mihran, dia berkata: aku pernah berada di samping Abu Abdillah kemudian terdengarlah suara petir dan kilat yang menyambar. Maka Abu Abdillah berkata: Sesungguhnya petir dan kilat ini tidak akan muncul melainkan dengan perintah sahabat kita, aku pun berkata: Siapakah dia? Abu Abdillah menjawab: Amirul Mukminin. [5]

Inilah kesyirikan Syiah Rafidhah dalam tauhid rububiyah [6]. Mereka lebih jelek daripada kaum musyrikin jahiliyah. Orang-orang musyrikin di zaman jahiliyah seperti Abu Lahab, Abu Jahl, Abu Thalib masih mempercayai bahwa alam semesta ini adalah milik Allah dan Dia-lah yang mengaturnya. Allah berfirman:

قُلۡ مَن يَرۡزُقُكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ أَمَّن يَمۡلِكُ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡأَبۡصَـٰرَ وَمَن يُخۡرِجُ ٱلۡحَىَّ مِنَ ٱلۡمَيِّتِ وَيُخۡرِجُ ٱلۡمَيِّتَ مِنَ ٱلۡحَىِّ وَمَن يُدَبِّرُ ٱلۡأَمۡرَ‌ۚ فَسَيَقُولُونَ ٱللَّهُ‌ۚ فَقُلۡ أَفَلَا تَتَّقُونَ

Katakanlah: "Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?" Maka mereka akan menjawab: "Allah". Maka katakanlah "Mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?" (QS. Yunus : 31)

Syiah Rafidhah juga meyakini bahwa imam-imam mereka adalah jelmaan sifat-sifat Allah dan mereka menyekutukan Allah dalam sifat-sifat-Nya. Maha suci Allah dari apa yang mereka katakan. Inilah ucapan mereka:

=> Al-Kulaini berkata: Imam Muhammad Al-Baaqir berkata: “Kita adalah wajah Allah, kita adalah mata Allah dalam makhluk-Nya dan kita adalah tangan-Nya yang terbentang dengan kasih sayang kepada hamba-hamba-Nya”. [7]

=> Dari Abu Abdillah, dia berkata: Dahulu Amirul mukminin sering mengatakan: Aku diberi suatu sifat yang belum pernah diberikan kepada seorang pun sebelumku, aku mengetahui kematian, malapetaka, nasab keturunan dan ucapan yang tepat. Tidak ada satu pun yang luput dariku dari apa yang mendahuluiku dan tidak ada satu pun yang tersembunyi bagiku dari apa yang ghaib dariku”. [8]

=> Al-Kulaini juga menyebutkan dalam bab “Sesungguhnya para imam-imam itu mengetahui ilmu yang terdahulu dan yang akan datang dan tidak ada yang tersembunyi sedikitpun dari mereka”.
Dari Abu Abdillah bahwasanya dia berkata: “Sesungguhnya aku mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, aku mengetahui apa yang di surga dan apa yang ada di neraka, dan aku mengetahui apa yang telah terjadi dan apa yang akan terjadi” [9]

Adapun Al-Qur’an mengatakan:

وَعِندَهُ ۥ مَفَاتِحُ ٱلۡغَيۡبِ لَا يَعۡلَمُهَآ إِلَّا هُوَ‌ۚ وَيَعۡلَمُ مَا فِى ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ‌ۚ وَمَا تَسۡقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلَّا يَعۡلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ۬ فِى ظُلُمَـٰتِ ٱلۡأَرۡضِ وَلَا رَطۡبٍ۬ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِى كِتَـٰبٍ۬ مُّبِينٍ۬

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri. Dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula). Dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi dan tidak ada sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)" (QS. Al-An’aam : 59)

قُل لَّا يَعۡلَمُ مَن فِى ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ ٱلۡغَيۡبَ إِلَّا ٱللَّهُ‌ۚ وَمَا يَشۡعُرُونَ أَيَّانَ يُبۡعَثُونَ

Katakanlah: "tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah", dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan. (QS. An-Naml : 65)
Di samping mereka menyekutukan Allah dalam tauhid rububiyah serta asma’ dan sifat mereka pun juga menyekutukan-Nya dalam tauhid uluhiyah. Maka telah sempurna kesyirikan mereka kepada Allah.

=> Mereka mengatakan seraya berdoa kepada imam-imam mereka: “Tidak ada tempat keselamatan dan untuk berlindung kecuali (kepada) kalian” [10]

=> Mereka juga mensifati imam-imam mereka dengan “...Penawar terbesar dan obat teragung bagi yang meminta kesembuhan kepada mereka...” [11]

=> Mereka mengatakan: “Sesungguhnya ziarah ke kuburan Husain itu setara dengan 20 kali haji dan lebih mulia daripada 20 umrah dan haji”. [12]

=> Pernah seorang pengikut Syiah Rafidhah berkata kepada imamnya: “Aku telah berhaji dan berumrah sebanyak 19 kali”, sang imam pun menjawab dengan nada mengejek: haji dan umrahlah sekali lagi maka pahalanya sama dengan sekali berziarah ke kuburan Husain”. [13]

=> Khumaini berkata: “Meminta kebutuhan kepada bebatuan dan karang bukanlah syirik, meskipun itu batil. Dan kita meminta pertolongan kepada arwah-arwah yang suci dari para nabi dan para imam yang telah diberikan Allah kekuatan”. [14]

Itulah agama Syiah Rafidhah [15], sedangkan Islam mengatakan:

وَإِذَا مَرِضۡتُ فَهُوَ يَشۡفِينِ

Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan Aku (QS. Asy-Syu’ara : 80)

إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ

Hanya Engkaulah yang Kami sembah dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan. (QS.Al-Fatihah : 5)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Haji mabrur tidak ada balasan baginya melainkan surga" (HR. Bukhari dan Muslim)

BERSAMBUNG..
-------------------------
[1] Perlu pembaca ketahui dan yakini bahwa riwayat-riwayat Syiah Rafidhah yang disandarkan kepada para imam ahlul bait adalah dusta belaka. Karena dusta adalah agama mereka. Imam Syafi’i rahimahullahu berkata: “Tidak pernah aku melihat kelompok sesat yang lebih berdusta daripada Syiah Rafidhah”. (Syarhu ushul I’tiqad 2811 oleh Al-Laalikai)

[2] Mir aatu al-anwaar hal.59.

[3] Idem.

[4] Al-Kaafi merupakan kitab induk Syiah Rafidhah, terdiri dari tiga bagian: Al-Ushul, Al-Furu’ dan Ar-Raudhah berisikan 16199 hadits dalam 8 juz (Lihat Fatwa dan pendirian ulama sunni terhadap aqidah Syiah Rafidhah oleh Ustadz Muhammad Baabdullah rahimahullahu). Islam punya Shahih Bukhari, Syiah Rafidhah punya Al-Kaafi. Islam punya Al-Qur’an Al-Karim, Syiah Rafidhah punya mushhaf Fathimah dan demikian seterusnya. Bagaimana mungkin kita bisa bersatu dengan Syiah Rafidhah? Bisakah tauhid bersatu dengan syirik, iman dengan kufur, surga dengan neraka? Wallahu Al-Musta’an

[5] Bihaarul Anwaar 27/33.

[6] Tauhid rubiyah adalah meyakini bahwa Allah adalah satu-satu dzat yang menciptakan alam semesta, yang menguasai dan yang mengaturnya, tidak ada sekutu bagi-Nya.

[7] Ushul Al-Kaafi hal 82.

[8] Idem hal 117.

[9] Idem hal 160.

[10] Biharul Anwar 94/37.

[11] Idem

[12] Furu’ul kaafi 1/324.

[13] Tahdzib Al-Ahkam 2/16.

[14] Kasyfu Al-Asraar hal.49.

[15] Tapi yang lebih disayangkan, ada sebagian orang yang amat benci kepada Syiah Rafidhah namun mereka juga melakukan kesyirikan yang dilakukan oleh Syiah Rafidhah, yaitu mengkeramatkan dan menyembah para wali-wali yang telah mati.

Penulis : Ustadz. Abdurrahman Thoyyib, Lc.