Assalamu'alaikum!

Blog Sunnah

"Memurnikan Aqidah, Menebarkan Sunnah".

Looking for something?

Subscribe to this blog!

Receive the latest posts by email. Just enter your email below if you want to subscribe!

Showing posts with label Muslimah. Show all posts
Showing posts with label Muslimah. Show all posts

Wednesday, August 12, 2015

Mengapa Saya Menanggalkan Bikini untuk Niqab: Simbol Baru dari Kebebasan Perempuan

Sara Bokker adalah seorang mantan artis, model, instruktur fitnes dan aktifis amerika. Dia adalah seorang wanita amerika, yang bertempat tinggal di Florida di daerah pantai selatan Miami. Dia meninggalkan bikini, yang merupakan sebuah simbol kebebasannya sebagaimana dia mempersepsikannya, dengan hijab.

Saya adalah seorang amerika yang lahir di daerah bagian tengah amerika "Heartland". Saya besar seperti hal-nya gadis biasa lainnya, yang terpukau oleh glamor-nya kehidupan di kota besar. Pada akhirnya saya pindah ke Florida ke pantai selatan Miami, yang merupakan pusatnya orang-orang yang mencari kehidupan glamor. Tentu saja, saya melakukan apa yang dilakukan oleh sebagian besar wanita barat lakukan. Saya fokus kepada penampilan dan daya tarik saya, menyandarkan diri kepada berapa banyak perhatian yang akan saya dapatkan dari orang lain. Saya berlatih secara rutin dan berhasil menjadi seorang trainer pribadi, memperoleh tempat tinggal kelas atas, menjadi seorang yang rutin pergi ke pantai, dan mampu untuk mencapai taraf kehidupan yang mapan.

Sunday, June 21, 2015

KETIKA SEORANG MUSLIMAH BERCADAR BEKERJA DI KANTOR


Pada dasarnya niqob / cadar tidaklah menghalangi seorang muslimah untuk bekerja dikantor / berprestasi dalam hal duniawi, namun yang terpenting bagi kita adalah kita sadar akan kedudukan kita sebagai seorang muslimah.

Seorang muslimah yang baik, sudah selayaknya untuk selalu berada di rumah kecuali apabila ada udzur (alasan syar'i) untuk keluar rumah. Salah satu contoh udzur (alasan syar'i) untuk keluar rumah adalah bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga (dalam hal ini anak-anaknya apabila dia itu seorang single parent). Dan yang perlu diperhatikan juga adalah masalah halal dan haramnya sebuah pekerjaan dan penghasilan. Dan sudah barang tentu, muslimah yang baik akan memilih pekerjaan yang halal dan penghasilan yang halal juga.

Apabila muslimah tersebut memang mempunyai skill yang dibutuhkan oleh sebuah perusahaan dan memang muslimah tersebut "harus / terpaksa" bekerja untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya, tidak ada salahnya bekerja di perkantoran sesuai dengan skill yang dia miliki. Namun tetap dia harus memperhatikan adab-adab dalam bergaul dengan lawan jenis.

Seringkali lingkungan pekerjaan tidak mau menerima seseorang yang bercadar dengan alasan yang tidak jelas, bisa jadi karena lingkungan pekerjaan tersebut belum memahami arti niqob / cadar. Dan juga karena pola pikir masyarakat kita yang sudah ter-"brain washed" oleh media-media nasional maupun internasional, dimana media-media tersebut selalu menghubung-hubungkan cadar dengan teroris. Padahal seandainya masyarakat mau berpikir kritis dan berpikir terbuka, tentunya mereka akan bertanya, benarkah semua yang bercadar itu teroris ? tentunya tidak.

Friday, June 5, 2015

WASIAT PERNIKAHAN DARI ORANG TUA KEPADA ANAK PEREMPUANNYA


Anjuran Berwasiat Kepada Calon Isteri

Anas mengatakan bahwasanya para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam jika mempersembahkan (menikahkan) anak perempuan kepada calon suaminya, mereka memerintahkan kepadanya untuk berkhidmat kepada suami dan senantiasa menjaga hak suami.


Pesan Bapak Kepada Anak Perempuannya Saat Pernikahan

Abdullah bin Ja’far bin Abu Thalib mewasiatkan anak perempuannya, seraya berkata, “Jauhilah olehmu perasaan cemburu, karena rasa cemburu adalah kunci jatuhnya thalak. Juga jauhilah olehmu banyak mengeluh, karena keluh kesah menimbulkan kemarahan, dan hendaklah kamu memakai celak mata karena itu adalah perhiasan yang paling indah dan wewangian yang paling harum.


Pesan Ibu Kepada Anak Perempuannya

Diriwayatkan bahwa Asma binti Kharijah Al-Farzari berpesan kepada anak perempuannya disaat pernikahannya, “Sesungguhnya engkau telah keluar dari sarang yang engkau tempati menuju hamparan yang tidak engkau ketahui, juga menuju teman yang engkau belum merasa rukun dengannya. Oleh karena itu jadilah engkau sebagai bumi baginya, maka dia akan menjadi langit untukmu. Jadilah engkau hamparan baginya, niscaya ia akan menjadi tiang untukmu. Jadilah engkau hamba sahaya baginya, maka niscaya ia akan menjadi hamba untukmu. Janganlah engkau meremehkannya, karena niscaya dia akan membencimu dan janganlah menjauh darinya karena dia akan melupakanmu. Jika dia mendekat kepadamu maka dekatkanlah dirimu, dan jika dia menjauhimu maka menjauhlah darinya. Jagalah hidungnya, pendengarannya, dan matanya. Janganlah ia mencium sesuatu darimu kecuali wewangian dan janganlah ia melihatmu kecuali engkau dalam keadaan cantik. [1]

Thursday, June 4, 2015

KISAH ISTRI SHOLEHAH


Syaikh Abu Ishaq Al-Huwaini dalam salah satu kajiannya mengisahkan sebuah kisah yang sangat menakjubkan.

Beliau pernah menziarahi salah seorang sahabatnya. Namun Syaikh mendapatinya sedang menangis.
Ketika ditanya sebab dia menangis, sahabatnya itu malah semakin menjadi-jadi.

Kemudian ia berkata, “Wahai Syaikh, istriku sedang sakit dan saya mengurusnya sejak beberapa hari ini.”

Syaikh mengatakan, saya sangat heran dengan tangisannya yang hebat itu, hingga ia hampir jatuh karenanya. Dan dia adalah orang yang saya kenal shaleh.

Ketika sudah mulai reda tangisannya, dia mulai berkata, “Wahai Syaikh, apakah Anda heran dengan tangisan saya yang seperti ini disebabkan karena istri saya.

Andai Anda tahu tentang istri saya sebagaimana saya tahu maka Anda akan memaklumi dan tidak mencelaku karenanya.

Dengarlah wahai Syaikh… sahabat itu kemudian menceritakan bahwa ia adalah orang yang miskin dengan pekerjaan yang rendah, yang hampir tidak dapat memenuhi kebutuhannya.

Monday, June 1, 2015

Nasehat Bagi Saudariku Yang Sedang Dalam Penantian


Dibawah ini adalah beberapa nasehat bagi saudariku yang sedang dalam masa "penantian".


Nasehat 1

Wanita Seteguh Ibunda Asiyah

Seorang wanita baik-baik, ia sholehah dan penurut kepada orang tuanya, sebut saja namanya Husna. Diusianya yang kedua puluh ia dijodohkan dengan seorang pemuda putra Kiyai terpandang, saat berta’aruf pemuda itu ucapnya santun berkilau, lakunya baik gemilau.

Pemuda itu membuat Husna dengan kerelaan hati menerimanya sebagai pelabuhan cinta. Sebagai suami.

Namun sebulan setahun perjalanan kisah kasih mereka mulai terombang ambing badai kebohongan, ternyata sang suami tak sesantun saat pertama menyapa, tak sebaik saat pertama berjumpa. Ia perlihatkan sifat aslinya yang kasar, anak seorang Kiyai tidak berarti menjadikan lelaki itu soleh, suami Husna sering keluar malam pulang pagi, tidur siang bangun senja. Sungguh bathin dan raga Husna bagai tertusuk-tusuk panah yang tak henti menghunus. Ia tak kuasa menceraikan sang suami karena malu terhadap orang tua dan masyarakat. Husna dan suaminya dipandang sebagai keluarga baik, padahal didalam rumah Husna terpenjara kebohongan sang suami yang bertubi-tubi melukai.

“Ya Allah, Aku sudah berusaha mencari suami yang soleh menurut penglihatan mataku, menurut pendengaran telingaku, dan menurut perasaan batinku, tetapi mengapa ?

Friday, May 29, 2015

PENERIMAAN SANTRI BARU PONDOK PESANTREN DARUL QURAN PUTRI ‘AISYAH RADHIYALLAHU ‘ANHA


INFORMASI PENERIMAAN SANTRI BARU TAHUN 1436/1437-2015/2016

PONDOK PESANTREN DARUL QURAN PUTRI ‘AISYAH RADHIYALLAHU ‘ANHA
LEMBAGA SOSIAL DAKWAH ISLAM SALMAN AL-FARISI RADHIYALLAHU ‘ANHU
GAYAM-GURAH-KEDIRI-JAWA TIMUR

Pondok Pesantren ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha merupakan pondok pesantren yang mengembangkan pendidikan Qurani sesuai dengan pemahaman generasi awal umat Islam, beraqidah ahlus sunnah waljama’ah.

PROGRAM UNGGULAN
Hafalan Al-Quran 30 Juz

JENJANG
1. Tarbiyatul Muhafidhat (TMh)
- Program khusus lulusan SLTP, MTs, Madrasah Mutawasithoh (ponpes) atau yang sederajat (usia minimal 15 th, maksimal 16 th).
– Masa belajar 3 th, lanjut ke TMMh (Tarbiyah Mu’allimat Muhafidhot) 1 tahun, khidmah 1 tahun.
– Kuota maksimal 15 orang.

2. Tadrib Mu’allimat Al-Quran (TMAQ)
- Program khusus lulusan SLTA, Madrasah Aliyah atau yang sederajat (usia minimal 17 th, maksimal 20 th).
– Masa belajar belajar 3 th, khidmah 1 th.
– Kuota maksimal 15 orang.

Monday, May 25, 2015

ASH-SHUFRAH DAN AL-KUDRAH



Oleh: Arfah Ummu Faynan

Pada sebagian wanita, kadang-kadang dari kemaluannya keluar cairan yang berasal dari rahim, cairan tersebut kadang berwarna kekuning-kuningan seperti warna nanah dan berbau, inilah yang disebut dengan SHUFRAH. Kadang cairan tersebut bercampur warna merah, tetapi bukan haidh, yang ini dinamakan dengan KUDRAH.

Bagaimana hukum shufrah & kudrah? Apakah shufrah & kudrah membatalkan wudhu? Apakah shufrah & kudrah termasuk haidh yang menghalangi wanita dari shalat & puasa?

Mengingat pentingnya masalah ini, karena berkaitan dengan thaharah wanita yang merupakan syarat sahnya shalat, maka dengan Taufiq dari Allah Ta'ala saya mencoba menukil pembahasan para Ulama dalam hal ini.

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال:قال رسول الله عليه وسلم:((لا يقبل الله صلاة أحدكم إذا أحدث حتى يتوضأ)) متفق عليه.

Dari Abu Hurairah-semoga Allah meridhainya- berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Allah tidak menerima shalat salah seorang diantara kalian apabila berhadats sehingga dia berwudhu" HR. Bukhari & Muslim.

MASALAH KEPUTIHAN



ﺍﻟﺴﺆﺍﻝ Pertanyaan:

��ﺍﻣﺮﺃﺓ ﺗﻌﺮﺽ ﻣﻦ ﻛﺜﺮﺓ ﺍﻹﻓﺮﺍﺯﺍﺕ ﻣﻤﺎ ﻳﻌﺮﺿﻬﺎ ﻟﻠﻤﺘﺎﻋﺐ
ﻣﻦ ﺣﻴﺚ ﻛﺜﺮﺓ ﺍﻟﻮﺿﻮﺀ ﻭﺧﺼﻮﺻﺎ ﺧﺎﺭﺝ ﺍﻟﻤﻨﺰﻝ، ﻫﻞ ﻳﺸﺮﻉ
ﻟﻬﺎ ﺃﻥ ﺗﺼﻠﻲ ﺍﻟﻈﻬﺮ ﻭﺍﻟﻌﺼﺮ ﺑﻮﺿﻮﺀ ﻭﺍﺣﺪ، ﻭﺍﻟﻤﻐﺮﺏ
ﻭﺍﻟﻌﺸﺎﺀ ﺑﻮﺿﻮﺀ ﻭﺍﺣﺪ؟

Seorang Wanita menyatakan banyak keluar darinya ifrozat (Keputihan) sehingga menjadikannya lelah karna banyak berwudhu terutama ketika sedang berada di luar rumah. Maka apakah disyari'atkan atau dibolehkan baginya sholat Dzuhur dan Ashar dengan satu wudhu? Begitu juga dengan shalat Maghrib dan Isya dengan satu wudhu?

6 SIFAT YANG DIBENCI SUAMI (SHARING UNTUK BUNDA)


Dalam hidup berumah tangga, kebahagiaan dan kenyamanan akan diperoleh bila suami dan istri sama-sama berperan. Tidak serta-merta saling menyalahkan. Masing-masing punya inisiatif untuk terlebih dahulu mengintrospeksi diri, kemudian segera memperbaiki kesalahannya. Bukan berarti istri saja yang mesti berkaca. Namun, perbincangan kita kali ini memang khusus sebagai ajang muhasabah para istri. Demi rumah tangga harmonis yang penuh ketenangan, cinta, dan kasih. 

Ada beberapa hal yang – secara umum – dibenci para suami. Insyaallah akan bermanfaat untuk orang yang membacanya. 

1. Boros Suami akan senang bila uang yang dibawanya pulang bisa dialokasikan dengan baik. Bila sedikit, istrinya mengelola uang itu agar tetap cukup. Bila banyak, istrinya tak kalap mata menghamburkannya untuk hal yang tidak perlu.

Sunday, May 17, 2015

Gelar Istri Shalihah Lebih Sulit Daripada Gelar Sarjana Syari'ah


Seorang gadis ketika belum menikah sangat mengimpikan ingin menjadi sosok istri shalihah yang taat patuh dan menyenangkan hati suaminya.

Terlebih ketika menuntut ilmu di pengajian mendapatkan materi keutamaan istri yang shalihah hatinya pun begitu menggebu-gebu ingin segera menikah.

Dalam bayangannya sangatlah mudah menerapkan ilmu yg di dapat di majelis untuk di praktekan nantinya.

Siap untuk menjadi makmum bagi sang suami yang diimpikannya siang dan malam.

Akan tetapi setelah menikah, didapatinya ternyata menjadi istri shalihah tak semudah membalikan telapak tangan.

Saturday, May 16, 2015

Muslimah Istimewa


Akhirnya Ia Menghadap Allah dengan Senyuman di Bibirnya...

Mereka mengadukan keburukan akhlak suami sebagai pembenaran untuk bisa mendurhakai para suami...

Mereka lupa bahwasanya penghuni neraka yang paling banyak adalah dari kita ini kaum wanita..

Mereka mencari dalil untuk tidak mentaati suami padahal Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam sudah mewanti-wanti surga atau neraka seorang istri ada pada bagaimana ia memperlakukan suaminya.